SUMENEP – Penyakit Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan dan ditandai dengan demam, batuk, pilek, mata merah, dan ruam khas di seluruh tubuh. Gejala campak sedikit mirip dengan penyakit flu pada umumnya gejala yang paling membedakan flu umum dengan campak adalah ruam pada kulit. Campak akan menimbulkan ruam berwarna kemerahan di sekujur tubuh, namun flu umum tidak demikian.
Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian, terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Campak adalah penyakit yang bisa dicegah atau tergolong ke dalam jenis PD3I (Penyakit yang dapat Dicegah dengan Imunisasi). Karena itu, penting untuk melakukan imunisasi campak pada anak untuk mencegah terjadinya penyakit ini.
Penyakit campak dapat disembuhkan dan dicegah dengan penanganan secara dini. Status penyakit campak di Kabupaten Sumenep dalam Kategori KLB (Kejadian Luar Biasa). Apabila ada seseorang dengan gejala campak, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan isolasi orang tersebut untuk mencegah penularan, kemudian segera hubungi tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sepanjang tahun 2025 dari Bulan Januari s.d Agustus tercatat 87 pasien campak, terdiri dari usia 9 – 59 Bulan 50 anak dan usia diatas 5 tahun 37 orang. Puskesmas Batang-Batang berupaya menekan kasus dan penyebaran penyakit campak melalui Imunisasi, edukasi melalui media sosial Puskesmas, Penyuluhan di Posyandu dan Siaran Keliling menggunakan mobil Pusling Puskesmas Batang-Batang.
dr. Hj Sulaiha Riningsih, M.Si selaku kepala Puskesmas Batang-Batang berharap agar masyarakat segera melengkapi imunisasi untuk buah hati, dan turut serta mensukseskan kegiatan ORI yaitu Imunisasi Tambahan (Outbreak Response Immunization) yang telah dicanangkan oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, guna mencegah bertambahnya kasus campak di wilayah kerja Puskesmas Batang-Batang.


